Menghubungkan Business Model ke Balanced ScoreCard

August 31st, 2015 1 comment

From Business Model to Strategy Canvas

 

 

Anda Bertanya Kami Menjawab

Tanya: Saya pernah ikut workshop bapak yang Meredesign Business Model dan juga yang Balanced Scorecard. Saya lihat ada mirip-miripnya. Apakah kedua tools ini bisa diaplikasikan bersamaan?

Jawab: Ya bu, jika sudah mengenal Business Model, lebih gampang diceplokkan ke Strategy Mapnya BSC. Ini Contohnya:…There is nothing new under the sun :

Daniel Saputro

0819-0830-9519

 

Categories: Uncategorized Tags:

Membedah Lion Boga dari Lion Air Group

July 1st, 2015 No comments
Mengubah Pos Biaya menjadi Profit

Langkah Lion Group menggarap layanan katering di dalam pesawat dengan mendirikan anak usaha Lion Boga sejalan dengan posisinya sebagai salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. Lion Air kini sudah masuk dalam perusahaan berskala ekonomi besar. “Kalau skala ekonomi suatu perusahaan sudah besar, usulan terbaik adalah mengubah cost center mereka menjadi profit center,” ujar pengamat manajemen dan marketing, Daniel Saputro. Strategi itulah yang tengah yang dilakukan Lion Group dengan mendirikan Lion Boga.

 http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20140306_182101_katering-penerbangan.jpg
Daniel menjelaskan, sebelumnya bisa jadi makanan merupakan salah satu pengeluaran besar (cost center) bagi Lion. Kini, dengan mendirikan Lion Boga, maskapai tersebut berupaya membuat makanan yang tersedia di pesawat sebagai salah satu sumber pendapatan baru (profit center).
 
Sebagai perbandingan, menurut Daniel, hal serupa telah dilakukan Bank Central Asia (BCA). Bank swasta terbesar di Indonesia ini membuat anak usaha sendiri yang bergerak di bidang jasa pemasokan uang tunai sebagai salah satu sumber pendapatan baru.
 
Daniel bilang, sebetulnya masih ada sejumlah divisi di perusahaan yang berpotensi diubah dari cost center menjadi profit center. Misalnya, divisi sumber daya manusia (SDM) yang sebetulnya tidak menghasilkan. Namun, jika diperbesar dengan memberikan jasa assessment untuk pihak lain, maka bisa memberikan profit ke perusahaan. Begitu pula divisi teknologi informasi (TI) dan tim audit. Selain perusahan bisa menjadi lebih efisien, keuntungan dari strategi tersebut adalah bisa menjual jasa atau layanannya kepada pihak di luar perusahaan.
 https://alkatrans.files.wordpress.com/2013/12/lion21.png
Khusus untuk Lion Group, Daniel menyarankan, langkah pertama untuk penetrasi pasar adalah Lion Boga mematangkan pelayanannya secara internal terlebih dahulu. Jika sudah matang, maka Lion Boga bisa melakukan ekspansi pasar dengan menjual jasa kateringnya ke maskapai lain di luar Lion Group.
 
Dalam membesarkan usaha yang terhubung dengan induk, tantangan yang dihadapi Lion Boga adalah menjaga agar pengelolaannya tetap profesional. Misalnya, dalam hal pembayaran yang harus tepat waktu. Maklum, lantaran Lion Boga adalah anak usaha sendiri, terbuka kemungkinan bagi Lion Air menunda pembayaran layanannya.
 
Padahal, jika dianggap entitas bisnis yang terpisah, Lion Air tetap harus membayar jasa Lion Boga tepat waktu. “Solusinya adalah membuat Key Performance Indicators (KPI). Jika ada yang melenceng harus ditindak tegas meski grup sendiri,” ujar Daniel
http://terasmedan.com/wp-content/themes/goodnews/framework/scripts/timthumb.php?src=http://terasmedan.com/wp-content/uploads/2013/12/lion-air.jpg&h=400&w=600&zc=1
 
Interview dengan :
Revi Yohana Simanjuntak
Journalist KONTAN, Kompas Gramedia Group
Categories: Uncategorized Tags:

Sakitnya tuh disini….

June 18th, 2015 1 comment

Apa yang anda rasakan sebagai pegawai – jika sudah bekerja keras - namun hasilnya (take home pay anda) ternyata sama saja dengan rekan kerja yang bekerja asal jadi dan bermalas-malasan?

http://2.bp.blogspot.com/-GZZal3aawSk/T7qmqVYjOiI/AAAAAAAAAC4/z3RgHfn9uM8/s1600/Compensation-Benefits.gif

 

Ya, tentunya ada perasaan sakit di bagian terdalam. Mulanya mungkin bisa ditahan, namun lama kelamaan menjadi sewot. Disini pegawai punya beberapa pilihan yakni:

1. Sabar saja, semoga kelak ada perubahan

2. Memberi masukan kepada atasan, bahwasanya sekarang ini sudah jamannya Pay for Performance. Jadi seharusnya ada tambahan incentive dan bonus sesuai dengan kinerja-loyalitas-workload

3. Buru-buru buka JobsDB.com atau sejenisnya untuk mulai mencari-cari pekerjaan baru. Sekedar info: rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, namun perlu di cek lagi kebenarannya

4. Langsung mengundurkan diri karena bagi anda – ini sudah menyangkut harga diri. Sekedar info: mencari pekerjaan di jaman gonjang-ganjing ini tentunya juga tidak mudah.

Apa yang akan anda lakukan ? Komentar anda akan sangat membantu rekan-rekan yang mengalami kejadian yang sama

Mohon kirimkan komentar anda via blog ini atau via email : danielbusinessdoctor@gmail.com

Categories: Uncategorized Tags:

PERUBAHAN dan RESOLUSI 2015 yang terbaik

January 5th, 2015 5 comments

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfp1/v/t1.0-9/10464081_10203017461388763_8688489677855998899_n.jpg?oh=4971b9327a807e0a719b8c146e95058c&oe=5533B48E&__gda__=1429457899_89ded32bd39c74c589d23458e759a9d7                                 http://www.sassy-designs.net/shop/images/resolution-list-2015-sample.jpg

Saat ini kita sudah di tahun 2015. Apa ya langkah terbaik  yang kiranya harus dilakukan agar tahun 2015 ini lebih baik dari tahun kemarin?

Suka tidak suka, di tahun 2015 ini kita akan menghadapi setidaknya 3 tantangan besar yakni:

http://bpmfpijar.com/wp-content/uploads/2014/10/pasar-bebas-asean.jpg

1. Asean Economic Community. Arus ekspor-impor barang dan jasa maupun investasi antar negara ASEAN akan lebih terbuka, sementara tarif dan non-tarif sudah tidak diberlakukan lagi. Keterbukaan pasar ini harusnya  membawa dampak positif jika kita mampu menghasilkan produk berkualitas yang menembus pasar Asean. Masalahnya masyarakat Indonesia cenderung menjadi konsumen,sehingga  dampaknya kurang  positif.

.

http://en.clipdealer.com/preview/image/002/432/416/previews/10--2432416-3d%20Dart%20Hitting%20Cost%20Reduction%20Target.jpg

2. Beban Costs yang semakin melambung disebabkan karena upah buruh – inflasi – tarif PLN dst

.

http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2014/01/Infografis-Data-Ekonomi-Indonesia-Nilai-Tukar-Rupiah.jpg

3. Menguatnya perekonomian Amerika akan  menyebabkan suku bunga di sana naik, sehingga suku bunga acuan BI terpaksa juga harus naik untuk mengimbangi money outflow. Diperkirakan SBI akan naik sampai 8,5 %.  Nilai tukar akan berada di sekitar Rp12.200 – Rp 12.700 per US$.

Karenanya, inilah 4 hal penting yang harus dikerjakan di 2015 agar organisasi anda bisa keluar dari turbulensi dunia bisnis. Simak baik baik…
1. Buat Road Map dan Rencana Kerja yang dapat dieksekusi. Tentunya pembuatan Road Map tidak boleh sembarangan. Dalam penyusunannya, harus memperhatikan faktor faktor external seperti 3 hal diatas dan juga faktor faktor internal (kesiapan organisasi anda sendiri). Utnuk menganalisa faktor external, anda bisa mempergunakan tools seperti PESTEL dan 5 Forces dari Michael Porter. Untuk analisa internal, gunakan saja tools Business Model Canvas dan VRINE.

2. Perbaiki Business Process anda agar lebih efisien dan efektif. Ya, disaat mempertajam kenaikan REVENUE mulai susah dilakukan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkiraakan hanya 5,2%, maka cara lainnya adalah mengurangi Costs (ingat Profit = Revenue- Costs). Tools yang dapat anda gunakan adalah : Lean Six Sigma dan Kaizen. Jikalau perlu gunakan juga Business Process Reengineering.

3. Tingkatkan kompetensi pegawai agar sanggup mendorong proses kerja yang lebih baik. Memang suka tidak suka, 60% masalah di organisasi akan datang dari sumber daya manusia. Ingat SDM kita termasuk yang terendah di antara negara Asean lainnya. Solusinya apa kalau begitu? SDM kita perlu – tidak hanya training – namun juga pendampingan yang serius, karena training biasanya hanya berhenti pada tahapan Awareness. Untuk dapat di implementasikan, mereka harus selalu didampingi.

4. Ubah perilaku menjadi Budaya Organisasi. Di banyak organisasi, Values perusahaan hanyalah sekdar menjadi tempelan di dinding dan tidak di implementasikan. Mengapa hal ini terjadi? Karena Values ini TIDAK DIUKUR ! Ingat manusia hanya berubah jikalau ada PUNISHMENT dan REWARD. Karenanya di tahun 2015, organisasi anda perlu menerapkan KPI.

Mengapa KPI jarang berhasil di implementasikan ?  Hal ini disebabkan karena

  • 1: tidak adanya tim khusus. Padahal membuat tim khusus berarti juga menambah biaya
  • 2. KPI terlalu ribet dan tidak praktis sehingga malah repot isinya. Makin banyak parameter yang diukur ternyata hasilnya malah tidak efektif untuk pencapaian kinerja.
  • 3. Pihak HRD dianggap tidak netral.
  • 4. KPI dulunya seringkali membuat TEAM WORK  jadi hilang. Jangan lupa di tiap KPI juga perlu adanya Shared KPI. 
  • 5. KPI dulunya tidak memasukkan budaya organisasi, sehingga budaya organisasi hanya jadi tempelan.

Sudahkan anda mempersiapkan organisasi anda menuju masa depan yang lebih baik ?

Untuk berdiskusi, hubungi: 0819-0830-9519 dengan Daniel Saputro,

Beberapa workshop yang berguna bagi anda:

 Kontan - Performance Appraisal

Categories: Uncategorized Tags:

Membedah PT Bukit Asam

December 6th, 2014 No comments
Menciptakan Suasana Keterdesakan
 
Langkah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merambah ke ladang usaha minyak dan pembangkit listrik merupakan strategi scenario planning yang diperkenalkan oleh pakar manajemen Peter Schwartz. Skenario ini merupakan sebuah gambaran yang konsisten tentang berbagai kemungkinan atas keadaan yang dapat terjadi di masa depan, berdasarkan identifikasi kondisi dan masalah yang ada.
 http://bimg.antaranews.com/sumsel/2011/12/ori/20111226lapangan-tennis-jakabaring.jpg
Pengamat manajemen dan marketing Daniel Saputro juga menilai, strategi PTBA terjun ke bisnis lain di saat harga batubara melorot merupakan langkah tepat. Namun, sembari mengubah arah bisnisnya, Daniel mengusulkan agar Bukit Asam juga melakukan manajemen perubahan (change management). Di antaranya, membangun kesadaran karyawannya untuk berubah.
 
Selain itu, menciptakan suasana keterdesakan agar bisa berubah. Pasalnya, jika tidak dikondisikan seperti itu, perubahan akan berjalan lambat. “Karena kondisi eksternal yang berubah, mau tidak mau orang dalam harus berubah juga. Pasti ada orang baru dan generasi baru, jadi harus ada manajemen perubahan,” jelas Daniel.
 
 http://www.stabilitas.co.id/appimages/galery/2011/11/1321180921.jpg
 
Ia juga menyarankan pembentukan guiding team  atau change agent. Agen perubahan ditunjuk untuk memotivasi karyawan agar mau melakukan perubahan. Selain itu, manajemen harus membuat peta jalan baru dan standar operasional maupun standar KPI. Bukit Asam juga dapat melihat aset-aset perusahaan yang menganggur agar dibuat menjadi lebih produktif.
 
 
Interview dengan:
Revi Yohana Simanjuntak
Journalist KONTAN, Kompas Gramedia Group
Categories: Uncategorized Tags: