Archive

Archive for May, 2012

Selamatkah Pizza Hut Delivery?

May 13th, 2012 7 comments

Tulisan berikut ini adalah Analisa penulis terhadap perkembangan PHD – Pizza Hut Delivery yang menggurita dengan cepat.  Memang seolah-olah PHD berkompetisi langsung dengan saudara sekandungnya yakni Pizz Hut Restaurant, Namun apakah benar demikian? Silahkan simak analisanya…

Konsep Dasar

Untuk memenangkan pertempuran di pasar, setiap pelaku bisnis harusnya melakukan analisa 5C. Salah satunya adalah memahami kebutuhan konsumennya.

Mengapa layanan PHD delivery ini diprediksi tetap bertahan dan laku?

Setidaknya ada 5 ceruk konsumen yang diincar oleh layanan delivery ini:

1. semakin banyak wanita yang bekerja sehingga kurang punya waktu lagi untuk memasak di pagi hari seperti jaman dulu, jadi tidak ada makan malam yang tersedia saat pulang kerja

2. kemacetan Jakarta yang makin menggila, memaksa banyak pekerja tiba di rumah dalam kondisi capek dan akhirnya memilih membeli makan siap saji saya

3. tekanan pekerjaan (dalam bentuk pengukuran KPI) memaksa banyak pekerja untuk tetap bekerja sampai larut malam. Disaat lapar karena energi tersedot, maka makanan siap saji menjadi alternative pilihan disamping mie instant

4. adanya kenaikan penghasilan yang konon sudah menembus 3400 USD membuat konsumen menjadi cepat bosan dengan masakan rumah dan mulai iseng cari alternative menu

5. adanya kegiatan bersama di malam hari (belajar bersama, meeting larut dll) juga mendorong konsumen mencari makanan yang praktis dan yakin akan dikonsumsi banyak orang.

Karenanya: jika restoran cepat saji ingin jadi pemenang, maka harus memperhatikan 4 Key Success Factor di industri ini yakni:

1. time delivery harus cepat, karena kondisi pemesan yang sudah kelaparan

2. yang dipesan sama dengan yang diterima, karena menyangkut selera

3. ada variasi menu , karena konsumen Indonesia cepat bosan

4. menunya dapat diterima semua golongan

Ada 4 restoran cepat saji yang populer: KFC 14022, McDonald 14045, dan Pizza Hut 500600, dan Hoka Bento 500 505.  Sejauh ini berdasarkan pengamatan, KFC adalah juaranya. Jarang ditemukan keluhan. Mereka menjanjikan 30 menit tiba, namun 20 menitan biasanya sudah sampai. Walau kadang ada pesanan yang ketinggalan, namun pengantarnya  langsung balik lagi, sehingga konsumen pun puas.

Mengapa Pizza Hut Delivery dibuat di tempat terpisah?

Menurut pandangan saya karena

1. mereka ingin lebih focus menggarap 5 ceruk konsumen diatas, terutama untuk memenuhi Key Success Factor no 1: time delivery. Ini juga bisa digunakan sebagai diferensiasi pelayanan – lebih dekat dengan consumen – untuk berhadapan dengan competitor. Kalau ditanya, maka konsumen akan menyebutkan waktu rata2 mereka masih sabar menunggu adalah 20-30 menit. Lebih dari 30 menit, maka sumpah serapah bisa muncul. Lagipula makanan alternative seperti mie instant, nasi goreng mas rojali, sate ayam madura gampang ditemukan.

2. PHD tidak butuh space yang besar, 1 ruko pun cukup. Jadi ekspansinya bisa cepat. Berbeda dengan restoran

3. Jangka panjang PHD bisa berdiri sebagai Business Unit baru. 1 jendral 1 bidang

Kalau digabung 1 jendral harus ngurusin 2 bidang berbeda business modelnya

Namun sejauh ini, di lapangan masih ditemukan banyak keluhan. Kelihatannya system call center mereka belum terintegrasi. Perlu ditingkatkan , karena konsumen Indonesia semakin kejam, jika tidak puas langsung masuk Facebook

Bagaimana pendapat anda?

Salam Strategis

Daniel Saputro HP: 0819-0830-9519

danielbusinessdoctor@gmail.com

Categories: Uncategorized Tags: