Home > Uncategorized > Mengapa perlu Akuisisi untuk mendorong Revenue Growth ?

Mengapa perlu Akuisisi untuk mendorong Revenue Growth ?

February 16th, 2013 Leave a comment Go to comments

Tahukan anda bahwa – pada suatu titik - anda jungkir balikpun – maka Revenue Growth perusahaan akan tetap SAMA saja. Mengapa hal ini terjadi?  Padahal seluruh staff dan pimpinan sudah bekerja keras siang malam, sudah melakukan renovasi dan juga inovasi. Adakah yang salah?

Ini jawabannya:

Setiap perusahaan akan mengalami fase bisnis yang terdiri dari fase: survival – growth – mature – decline. Artinya pada suatu titik, perusahaan akan mengalami masa mature, sehingga walau organisasi secara internal sudah berjuang, namun hasilnya tidak  juga “nendang”. Biasanya hal ini disebabkan karena faktor eksternal seperti: semakin banyaknya kompetitor dan kemauan konsumen yang bergeser.

Karenanya setiap organisasi harus siap-siap memasuki masa maturity ini. Jika setelah dicoba 3 tahun berturut-turut dengan sepenuh hati melakukan renovasi dan inovasi, namun tidak ada hasil yang berarti, maka diusulkan untuk memikirkan hal berikut ini….

Ada banyak cara untuk tumbuh secara kontiniu.  Diantaranya adalah:

  1. Renovasi dan transformasi bisnis
  2. Inovasi produk dan servis
  3. Melakukan merger dan akuisisi

Nah, jika dua cara pertama sudah gagal, maka segera beralih ke cara yang ke 3, cara yang  sudah banyak dilakukan oleh para pebisnis tulen untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Lihat saja gebrakan perusahaan dibawah ini :

1. Akuisisi saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) milik PT Multipolar Tbk (MLPL) oleh Temasek Holdings (Private) Limited.

2. Akuisisi yang dilakukan perusahaan Jepang Aeon Co Ltd dan unit bisnis perusahaan Thailand, Central Group terhadap saham PT PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang dimiliki CVC.

3. Akuisisi yang dilakukan perusahaan investasi asing yang berbasis di Malaysia, Creador, yang melakukan akuisisi terhadap perusahaan sereal PT Simba Indosnack Makmur.

4. Akuisisi yang dilakukan Bank terbesar di Asia Tenggara yang berbasis di Singapura, DBS Group Holdings Ltd (DBS) yang mengambil alih 67,37% saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN).

5. Penjajakan untuk mengakuisisi PT Rabobank Indonesia oleh indikasi tiga investor institusi yakni Commonwealth Bank of Australia, Industrial and Commercial Bank of China dan Qatar National Bank.

6. Aksi akusisi yang dilakukan perusahaan asuransi asal Jepang, Dai-ichi Life Insurance dan Fukoku Mutual Life Insurance yang berpeluang besar mengakuisisi 40% saham PT Panin Life Insurance, anak usaha PT Panin Financial Tbk (PNLF).

7. Akuisisi yang dilakukan perusahaan Investasi asal Singapura, Gallant Venture Ltd yang membeli saham distributor otomotif Indonesia, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).

8. Aksi akuisisi yang dilakukan Northstar Grup kepada Retower Asia melalui Clover Universal Enterprise Ltd yang diperkirakan akan sukses jika berhasil memborong saham hasil penawaran saham terbatas (right issue) PT Centrin Online Tbk (CENT).

Jangan lupa, Astra yang dikenal sebagai The Best Well-Managed company, juga melakukan hal yang sama. Bermula dari industri otomotif, sekarang Astra sudah masuk ke industri yang kini menjadi pilar andalan (alat berat melalui  United Tractor dan agrobisnis melalui Astra Agro), juga ke industri lainnya ( perbankan-jalan tol-air minum dll)

Nah, ternyata untuk tumbuh tidak perlu harus selalu bergantung pada pertumbuhan organik, tetapi juga bisa inorganik. Namun sebelum pindah ke inorganik, siapkan dahulu SISTEM dan LEADERSHIP yang baik di perusahaan exsiting. Tanpa itu, dijamin ekspansi usaha akan berantakan

Pertanyaan penutup:  di siklus manakah organisasi anda kini berada? Jawabannya akan menentukan  apakah anda harus siap-siap membuka “lahan” baru atau tetap bertahan di “lahan” lama…

Semoga bermanfaat

Daniel Saputro

Senior Corporate Advisor for Change Management and Transformation

President of Rotary Club Jakarta Gambir @ Financial Club Sudirman – Easy ways to expand your network !!

Voice Call: 0819-0830-9519 / 0852-8965-3139

Video Call: via TANGO +62-81908309519 (Android-PC-Mac)

Manfaatkan kesempatan berdiskusi tentang strategi Bisnis dengan beliau (gratis). Setiap Senin jam 17.30-19.00. Mohon sms dahulu untuk memastikan slot kosong ke 0819-0830-9519.

Categories: Uncategorized Tags:
  1. nova
    April 7th, 2013 at 17:47 | #1

    Mohon bantuannya, saya sedang meneliti mengenai akuisisi tahun 2008-2011. saya butuh nama perusahaan dan tanggal perusahaan tersebut melakukan akuisisi pada periode 2008-2011. saya bisa mendapatkan data tersebut dimana ya? karena di BEI tidak tersedia. terima kasih :)

  2. Rezqi Chandra
    April 28th, 2013 at 13:30 | #2

    Hmm..
    Asal pemilihan perusahaan yang diakuisisi tepat, yaitu memiliki prospek bisnis ke depan yang bagus dan memiliki manajemen yang ‘mumpuni’ jika posisi kita setelah akuisisi hanya sebagai pemegang saham minoritas. Beda jika jadi pemegang saham pengendali maka resiko gagalnya manajemen bisa kita atasi dengan menempatkan tim manajemen yang tangguh..

    Kemudian selain itu, jika tujuan investasi para akuisitor hanya untuk investasi jangka pendek (3 – 5 tahun) bukan untuk memperkuat bisnis perusahaan induk untuk jangka panjang, yang kemudian dijual lagi, saya pikir mengakuisisi ‘hari gene’ (saat perekonomian moncer) agak beresiko karena pastinya mereka beli di harga premium. Jika krisis terjadi, harga saham mereka bisa terdepresiasi lumayan tinggi. Maaf bukannya saya orangnya pesimis yang berharap krisis terjadi namun kita tidak dapat mengabaikan siklus perekonomian yang naik turun sebagai bentuk risk prevention.