Archive

Archive for July, 2014

Belajar dari kasus Cipaganti

July 13th, 2014 No comments

IPO CipagantiLatar belakang

Ada yang menarik dari Kontan edisi 40 – 2014, yakni di halaman pertama tertulis: KASUS KOPERASI CIPAGANI RUWET. Kasus ini makin jelimet karena:

1- PT CIPAGANTI CIPTA GRAHA yang sudah TBK, berpotensi terseret kasus ini lantaran diduga menerima aliran dana.

2-Dari pendataan terakhir ada 8.113 mitra usaha yang uangnya tertahan

3-Saat ini KOPERASI CIPAGANTI dalam perpanjangan PKPU

4-Berdasar laporan keuangan kuartal 1,   total asset PT CIPAGANTI CIPTA GRAHA  hanyalah 1,37 triliun, padahal dana mitra usaha yang terkumpul mencapai 3 triliun lebih.  Ada bayang kebangkrutan jika perusahaan ini harus ikut tanggung jawab 

5-Kegagalan pembayaran dikarenakan kegagalan bisnis tambang batubara, yang mengalami masalah sejak 2012

Info lainnya dapat dilihat di link ini:

G - long term strategy

Lalu, apa yang dapat dipelajari dari kasus ini, ditinjau dari sudut manajemen ?

1. Cipaganti tidak dengan cepat membuat Scenario Planning untuk mengatasi “tanah yang mulai tidak subur” di bisnis pertambangan . Coba lihat pemain batubara lain seperti PAMA yang langsung mengadakan kordinasi dan tindakan cepat untuk mengurangi efek negatif dari pelemahan bisnis pertambangan. UNTR juga proaktif mengalihkan fokusnya untuk memenuhi kebutuhan alat berat di sektor NON pertambangan.

2. Pemilik Cipaganti berorientasi ONE MAN SHOW dan tidak membangun EXCELLENT SYSTEM dan EXCELLENT PEOPLE untuk menunjang strategi ekspansinya.

3. Tumbuh cepat itu bagus (seperti Cipaganti yang berekspansi sangat cepat), namun juga harus kokoh. Tanpa fondasi yang kokoh, maka setiap saat pertumbuhan itu dapat saja tumbang dengan cepat pula. Ada baiknya kita belajar dari grup Triputra yang sanggup tumbuh cepat namun tetap kokoh.

4. Fondasi yang kokoh meliputi:

a. People: Pegawai seharusnya memiliki kompetensi dan karakter yang baik. Hal ini dapat tercapai melalui jenjang pelatihan yang terstruktur dan konsisten sepanjang tahun. Masalahnya, banyak pemilik bisnis yang punya pemikiran seperti ini: Apa gunanya pegawai ditraining dengan biaya mahal, dan selama training tidak bisa bekerja. Lagipula setelah training kalau tiba-tiba pindah bagaimana?  Nah, bagaimana jawaban anda ?

- Process: Agar tidak terjadi ONE MAN SHOW, diperlukan SYSTEM yang baik (termasuk SOP dan KPI). Kita bisa belajar dari Astra Management System yang terdiri dari 4 pilar utama. Masalahnya, banyak pemilik bisnis yang punya pemikiran seperti ini: Kalau kita yang kerjain sendiri, pasti hasilnya lebih bagus. Kaau pegawai yang kerja, hasilnya asal-asalan. Nah, bagaiman pendapat  anda ? 

- Culture: Kalau di tingkat negara, kita punya PANCASILA. Di tingkat pribadi, kita punya AGAMA. Nah, kalau di perusahaan, seharusnya punya CULTURE yang menjadi SHARED VALUES. CULTURE dapat dibentuk melalui RASA (Mars – Story Telling- Yel-yel dll) dan RATIO (pengukuran perilaku seperti Man Management di Astra)

Sudahkan anda mempunyai 3 faktor diatas untuk mendukung strategi bisnis organisasi?

 

Salam

Daniel Saputro

Penjelasan materi dapat dilihat di: http://www.youtube.com/user/danielsaputro

Hub: 0819-0830-9519 untuk Training dan Consulting

Ingin mendalami manajemen bisnis? Ikuti

- Daniel on Talking Powerpoint : http://sdrv.ms/1ilgFVa

- Daniel on Youtube :  https://www.youtube.com/user/danielsaputro

- Daniel on Presentation Slides: http://www.slideshare.net/gemilangpro/

 

 

 

Categories: Uncategorized Tags: