Home > Uncategorized > Membedah Blackberry

Membedah Blackberry

Bisa Eksis dengan Membuat Keunikan
 
Daniel Saputro, pengamat manajemen dan marketing, menilai serangkaian langkah yang dilakukan BlackBerry belakangan ini memang dibutuhkan untuk menyelamatkan perusahaan. Ini konsekuensi karena BlackBerry sempat tertidur saat Android mulai naik. Apalagi, sistem operasi terbaru BlackBerry 10 dinilai tidak user friendly sehingga banyak menuai protes dari para penggunanya. Jadi, salah satu cara untuk mempertahankan perusahaan adalah menghentikan pendarahan alias memangkas jumlah pegawai yang terlalu besar.
 
http://blogs.ubc.ca/bradenparker/files/2011/02/android-vs-apple-vs-blackberry.jpg
 
Namun, Daniel menilai langkah tersebut tidak cukup. Jika ingin tetap eksis, BlackBerry harus melakukan perubahan dan mengedepankan keunikan atau diferensiasi. Keunikan ini bisa dibuat melalui tiga hal, yakni content, context, dan infrastructure. Dari sisi content, BlackBerry harus memiliki produk yang unik dan berbeda untuk dijual.
Langkah BlackBerry memasuki layanan keamanan data juga cukup prospektif. Mereka bisa menyasar pasar korporat maupun personal dengan iming-iming keamanan data. Apalagi, ponsel pintar berbasiskan sistem operasi Android dianggap kurang mumpuni dalam hal keamanan data.
 
Daniel juga mengapresiasi langkah BlackBerry membuka aplikasi percakapan BBM untuk pengguna Android dan ponsel iPhone. “Hal ini bisa menjaga konsumen yang ada,” imbuhnya.
 
 http://media.tumblr.com/tumblr_ledbx3fNHi1qzpycl.jpg
 
Ke depan, BlackBerry juga perlu inovatif dalam mengembangkan layanan BBM. Misalnya, membuat terobosan baru. “Chat text sudah biasa. Tren masa depan adalah mengombinasikan audio dan video sehingga bisa tatap muka dalam berinteraksi. Ini yang harus dikembangkan di BBM,” kata daniel. Nah, jika BBM semakin inovatif dan banyak penggunanya, tidak tertutup kemungkinan menawarkan paket premium berbayar atau disisipi iklan produk.
http://www.videoconverterfactory.com/news/imgs/google-vs-iphone.jpg
 
Dari sisi context, BlackBerry bisa membuat inovasi cara penjualan. Misalnya, dengan membundel paket keamanan data bersama paket aplikasi video conference untuk korporat. Cara lainnya seperti menjual ponsel gratis yang dibundel dengan paket data dan pulsa. Keuntungannya diperoleh dari pemakaian paket data dan pulsa tersebut. Metode ini sudah diterapkan di luar negeri.
Dari sisi infrastruktur, melakukan inovasi jaringan distribusi. Misalnya, menjual secara online atau di toko ritel modern. daniel menggarisbawahi, BlackBerry tak harus meninggalkan bisnis intinya agar dapat bertahan. Apalagi, pasar BlackBerry di Indonesia masih bagus. “BlackBerry harus bisa menjaga pasar Indonesia dengan baik,” tandasnya. 
 
 
Interview dengan
Revi Yohana Simanjuntak
Journalist KONTAN, Kompas Gramedia Group
Categories: Uncategorized Tags:
  1. January 5th, 2015 at 10:33 | #1

    Salah satu hal yang menarik dan menjadi kekuatan Blackberry saat ini hanya fitur BBM group…yang masih handal untuk dipakai berjualan secara online. Banyak pedagang Tanah Abang yang berjualan online menggunakan Group BBM

  2. September 20th, 2015 at 06:47 | #2

    Entah kenapa pelanggan luar negeri lebih banyak pakai whatsapp. Mereka tidak tertarik lagi dengan grup BBM