Home > Uncategorized > Membedah Handphone Bolt – PT Internux

Membedah Handphone Bolt – PT Internux

Pelanggan Bertambah, Penjualan Urusan Kedua
 
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk memacu pertumbuhan bisnisnya. Salah satunya adalah meluncurkan produk baru, seperti yang dilakukan oleh PT Internux. Pemilik merek dagang Bolt ini baru saja merilis produk ponsel pintar (smartphone) pertamanya.
 
http://images.cache.inkuiri.com/i/large/cdn.kaskus.com%2Fimages%2F2014%2F08%2F16%2F87683_201408161044260064.png
 
 
Menurut Daniel Saputro, pengamat manajemen dan marketing, ada tujuh cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk bertumbuh. Salah satunya adalah memasuki industri yang sedang subur. Di Indonesia, industri ponsel pintar memang tengah semarak. “Industri ini tumbuh 40% hingga 60% setiap tahunnya,” ujarnya. Karena itulah langkah Internux menjual paket data dengan membundel ponsel pintar merupakan langkah yang tepat.
Alasan lainnya, Bolt tentu ingin menambah jumlah pelanggan melalui cara memberikan alternatif produk kepada masyarakat. Makanya, Daniel menilai, saat ini Bolt tidak berfokus mencari keuntungan melalui penjualan ponsel. Meskipun, mungkin beberapa tahun ke depan, penjualan ponsel bisa dijadikan alternatif pendapatan perusahaan.
Agar pelanggannya bertambah banyak, Bolt bisa melakukan berbagai strategi pemasaran dan promosi. Daniel menyarankan, Bolt dapat menggunakan strategi lain, yakni menciptakan konsumen yang sukarela memberi komentar atau testimoni tentang kecepatan paket datanya. Strategi pemasaran seperti itu disebut Word of  Mouth.
Bolt sebaiknya fokus memasarkan produknya di kalangan anak muda yang identik dengan saling berbagi informasi tentang apa pun produk atau jasa yang digunakannya. Dengan menjaga segmen tersebut, di berbagai jejaring sosial, misalnya, pelanggan paket data Bolt bisa semakin banyak.
 
Namun, Daniel juga mengingatkan, berbagai produk itu hanyalah pelengkap karena layanan utama Bolt adalah menjual data yang berkualitas kepada para konsumen. Alhasil, Bolt harus menjaga akses dan kecepatan data tersebut.
http://images.detik.com/content/2013/11/15/1146/bolt-9.jpg
 
Sebagai pengguna Bolt, Daniel mengaku, akses internet Bolt lebih cepat ketimbang operator GSM biasa. Dengan Bolt, ia bisa memperoleh kecepatan hingga 4 Mbps, sementara operator GSM sekitar 1 Mbps. “Namun, di beberapa daerah sinyalnya masih kosong, dan kadang timbul tenggelam,” tukasnya.
Menurut dia, Bolt saat ini masih dipakai sebagai cadangan dalam mengakses data internet dari penyedia layanan internet lainnya. Dengan meningkatkan kualitas sinyal, Bolt bisa menjadi perangkat utama untuk mengakses internet tanpa perlu lagi menggunakan provider lain. “Dasar pentingnya adalah kualitas, kalau jelek dan lambat nanti bisa ditinggalkan,” ujarnya.
 
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/internux-bolt.jpg
 
Interview dengan
Revi Yohana Simanjuntak
Journalist KONTAN, Kompas Gramedia Group
Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.