Home > Uncategorized > Membedah Kawasaki Motor Indonesia

Membedah Kawasaki Motor Indonesia

Harapan Kawasaki Motor Indonesia untuk menegaskan mereknya sebagai motor sport premium sah-sah saja. Untuk mencapai harapan tersebut, distributor motor asal Jepang ini dapat memoles produk atau layanannya kepada konsumen. 
 
 http://3.bp.blogspot.com/-K_B37zl0IQY/TsqeiUcv4mI/AAAAAAAAAMU/5CPkpLoESqY/s1600/Ninja+ZX-150+RR+by+cool+images786+%25285%2529.jpg
 
Namun, menurut pengamat marketing dan manajemen Daniel Saputro, klaim premium tersebut tidak bisa dinyatakan sepihak. Pasalnya, label premium itu pada akhirnya ditentukan dan bakal dinilai sendiri oleh konsumennya. “Produsen boleh saja mengklaim mereka premium, tapi kalau konsumen tidak merasakan perbedaannya, ya sama saja dengan kelas biasa,” imbuhnya.
Nah, karena itu, Kawasaki harus berusaha keras mengubah pandangan atau mindset konsumennya, maupun masyarakat umumnya di Indonesia. Menurut Daniel, membangun atau merebut mindset masyarakat membutuhkan program yang berkelanjutan. Dengan begitu, secara perlahan dan dalam jangka panjang bakal tercipta citra yang melekat di benak konsumen terhadap produk tersebut.
Ia menilai, strategi Kawasaki membenahi tampilan dan fasilitas diler serta sistem ketersediaan sukucadangnya sudah baik untuk membuat konsumen merasakan suasana yang lebih baik. Namun, di luar itu, ada dua strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengubah mindset masyarakat dan konsumen terhadap suatu brand.
 
Pertama, melakukan promosi yang digabungkan dengan komunikasi pemasaran yang sesuai dengan segmen yang ingin dibidiknya. Salah satu caranya adalah menunjuk duta merek atau brand ambassador yang sesuai dengan definisi citra yang ingin dibangun. “Misalnya, untuk pasar premium, pilihlah brand ambassador seorang eksekutif sukses atau pengusaha muda,” ujar Daniel.
 
Kedua, menunjukkan diferensiasi atau keunikan produknya. Jangan lupa, cek juga posisi pesaing, apakah produk Kawasaki bisa unggul di satu hal dibandingkan dengan pesaingnya.
 
Di segmen Premium high class, menurut Daniel, sudah ada merek motor Ducati maupun Harley Davidson yang menjadi pilihan para penggemar motor sport. Sementara itu, jika ingin premium di level middle class, maka Kawasaki harus bersaing dengan Yamaha dan Honda.
 
http://img.youtube.com/vi/BCYbeLmaceg/0.jpg
 
“Kita lihat, Yamaha itu terkenal di ajang F1 karena RX King terkenal cepat, sementara Honda terkenal irit. Nah, Kawasaki harus mengambil posisi dan spesifikasi juga, mau dikenal seperti apa?” tukas Daniel. Dengan begitu, Kawasaki dapat memberikan alasan dan argumen kuat kepada konsumen untuk membeli motornya dibandingkan produk sejenis di kelasnya.
 
Interview dengan:
Revi Yohana Simanjuntak
Journalist KONTAN, Kompas Gramedia Group
 
——————————————————————————————————————————————–
 
Isi Tulisan Utama:
 
Rajin Bersolek demi Memuaskan Pelanggan
Revi Yohana Simanjuntak
 
 
Meski tahun 2015 masih sekitar tiga bulan lagi, PT kawasaki motor Indonesia (KMI) sudah menyiapkan dengan tampilan baru. Langkah ini sejalan dengan pembenahan yang dibesut distributor motor asal Jepang tersebut untuk me