Home > Uncategorized > PERUBAHAN dan RESOLUSI 2015 yang terbaik

PERUBAHAN dan RESOLUSI 2015 yang terbaik

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfp1/v/t1.0-9/10464081_10203017461388763_8688489677855998899_n.jpg?oh=4971b9327a807e0a719b8c146e95058c&oe=5533B48E&__gda__=1429457899_89ded32bd39c74c589d23458e759a9d7                                 http://www.sassy-designs.net/shop/images/resolution-list-2015-sample.jpg

Saat ini kita sudah di tahun 2015. Apa ya langkah terbaik  yang kiranya harus dilakukan agar tahun 2015 ini lebih baik dari tahun kemarin?

Suka tidak suka, di tahun 2015 ini kita akan menghadapi setidaknya 3 tantangan besar yakni:

http://bpmfpijar.com/wp-content/uploads/2014/10/pasar-bebas-asean.jpg

1. Asean Economic Community. Arus ekspor-impor barang dan jasa maupun investasi antar negara ASEAN akan lebih terbuka, sementara tarif dan non-tarif sudah tidak diberlakukan lagi. Keterbukaan pasar ini harusnya  membawa dampak positif jika kita mampu menghasilkan produk berkualitas yang menembus pasar Asean. Masalahnya masyarakat Indonesia cenderung menjadi konsumen,sehingga  dampaknya kurang  positif.

.

http://en.clipdealer.com/preview/image/002/432/416/previews/10--2432416-3d%20Dart%20Hitting%20Cost%20Reduction%20Target.jpg

2. Beban Costs yang semakin melambung disebabkan karena upah buruh – inflasi – tarif PLN dst

.

http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2014/01/Infografis-Data-Ekonomi-Indonesia-Nilai-Tukar-Rupiah.jpg

3. Menguatnya perekonomian Amerika akan  menyebabkan suku bunga di sana naik, sehingga suku bunga acuan BI terpaksa juga harus naik untuk mengimbangi money outflow. Diperkirakan SBI akan naik sampai 8,5 %.  Nilai tukar akan berada di sekitar Rp12.200 – Rp 12.700 per US$.

Karenanya, inilah 4 hal penting yang harus dikerjakan di 2015 agar organisasi anda bisa keluar dari turbulensi dunia bisnis. Simak baik baik…
1. Buat Road Map dan Rencana Kerja yang dapat dieksekusi. Tentunya pembuatan Road Map tidak boleh sembarangan. Dalam penyusunannya, harus memperhatikan faktor faktor external seperti 3 hal diatas dan juga faktor faktor internal (kesiapan organisasi anda sendiri). Utnuk menganalisa faktor external, anda bisa mempergunakan tools seperti PESTEL dan 5 Forces dari Michael Porter. Untuk analisa internal, gunakan saja tools Business Model Canvas dan VRINE.

2. Perbaiki Business Process anda agar lebih efisien dan efektif. Ya, disaat mempertajam kenaikan REVENUE mulai susah dilakukan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkiraakan hanya 5,2%, maka cara lainnya adalah mengurangi Costs (ingat Profit = Revenue- Costs). Tools yang dapat anda gunakan adalah : Lean Six Sigma dan Kaizen. Jikalau perlu gunakan juga Business Process Reengineering.

3. Tingkatkan kompetensi pegawai agar sanggup mendorong proses kerja yang lebih baik. Memang suka tidak suka, 60% masalah di organisasi akan datang dari sumber daya manusia. Ingat SDM kita termasuk yang terendah di antara negara Asean lainnya. Solusinya apa kalau begitu? SDM kita perlu – tidak hanya training – namun juga pendampingan yang serius, karena training biasanya hanya berhenti pada tahapan Awareness. Untuk dapat di implementasikan, mereka harus selalu didampingi.

4. Ubah perilaku menjadi Budaya Organisasi. Di banyak organisasi, Values perusahaan hanyalah sekdar menjadi tempelan di dinding dan tidak di implementasikan. Mengapa hal ini terjadi? Karena Values ini TIDAK DIUKUR ! Ingat manusia hanya berubah jikalau ada PUNISHMENT dan REWARD. Karenanya di tahun 2015, organisasi anda perlu menerapkan KPI.

Mengapa KPI jarang berhasil di implementasikan ?  Hal ini disebabkan karena

  • 1: tidak adanya tim khusus. Padahal membuat tim khusus berarti juga menambah biaya
  • 2. KPI terlalu ribet dan tidak praktis sehingga malah repot isinya. Makin banyak parameter yang diukur ternyata hasilnya malah tidak efektif untuk pencapaian kinerja.
  • 3. Pihak HRD dianggap tidak netral.
  • 4. KPI dulunya seringkali membuat TEAM WORK  jadi hilang. Jangan lupa di tiap KPI juga perlu adanya Shared KPI. 
  • 5. KPI dulunya tidak memasukkan budaya organisasi, sehingga budaya organisasi hanya jadi tempelan.

Sudahkan anda mempersiapkan organisasi anda menuju masa depan yang lebih baik ?

Untuk berdiskusi, hubungi: 0819-0830-9519 dengan Daniel Saputro,

Beberapa workshop yang berguna bagi anda:

 Kontan - Performance Appraisal

Categories: Uncategorized Tags:
  1. January 5th, 2015 at 10:31 | #1

    Setuju dengan 4 hal penting yang harus kita lakukan tersebut. Produk-produk Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan produk impor, hanya tinggal bagaimana menjaga kualitas dengan meningkatkan kualitas proses dan SDM, sehingga biaya produksi lebih efisien

  2. Mawardi
    January 9th, 2015 at 08:10 | #2

    Untuk menghadapi tantangan serta kemungkinan untuk memanfaatkan peluang, terutama dalam menghadapi dan antisipasi MEA 2015 akhir 2015 nanti, Berikut lima hal yang perlu di ketahui dan antisipasi dalam menghadapi pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) antara lain:
    1.Nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.
    2. MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya.”
    3. Kemampuan penguasaan Bahasa Inggris yang kurang serta kesiapan dlam bersaing dengan tenaga kerja asing juga sangat tergantung pada mental. Banyak yang belum siap kalau mereka bersaing dengan akuntan luar negeri.”
    4. Tenaga kerja lokal yang berkualitas dan mampu dengan tenaga kerja asing, serta menetapkan sejumlah persyaratan untuk tenaga kerja asing yang antara lain kewajiban berbahasa Indonesia dan sertifikasi lembaga profesi terkait di dalam negeri.
    5. Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta. Sementara permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta.
    6. Dan lain-lain

  3. Bob
    January 22nd, 2015 at 10:26 | #3

    “Memang suka tidak suka, 60% masalah di organisasi akan datang dari sumber daya manusia. Ingat SDM kita termasuk yang terendah di antara negara Asean lainnya.”

    Sampai saat ini, seberapa besar kepedulian perusahaan-perusahaan di Indonesia terhadap isu-isu Sumber Daya Manusia? Departemen SDM (HRD) umumnya lebih berfokus pada masalah-masalah administratif kepegawaian (seleksi calon karyawan, pembayaran gaji, pemotongan PPh, absensi karyawan, dsb). Bahkan apa yang sering didengung-dengungkan para konsultan dan pakar SDM terasa indah didengar saja, jauh dari kenyataan (pemberdayaan, target, teamwork, visi-misi, dsb). Di beberapa perusahaan manajemen puncak kurang peduli terhadap isu-isu ini, yang dipedulikan hanya jumlah keuntungan. Bagaimana solusinya?

  4. September 2nd, 2015 at 12:23 | #4

    Indonesia memang menghadapi tantangan yang besar untuk survive di negara nya sendiri, akan tetapi Sumber Daya Manusia nya dari tahun ke tahun tidak tumbuh secara signifikan. Isu utama negara ini membangun SDM yang berkualitas, menggarap semua rakyat untuk mendapat kan pendidikan yang layak. Sayang nya masih banyak rakyat indonesia yang tidak bisa mengenyam pendidikan, karena pendidikan itu sendiri sangat mahal. saya harap Indonesia bisa lebih baik dengan membangun foundasi yang kuat mulai dari SDM nya.

  5. September 20th, 2015 at 06:45 | #5

    Mengubah perilaku menjadi budaya tidak mudah, tapi HARUS