Home > Uncategorized > Sakitnya tuh disini….

Sakitnya tuh disini….

Apa yang anda rasakan sebagai pegawai – jika sudah bekerja keras -┬ánamun hasilnya (take home pay anda) ternyata sama saja dengan rekan kerja yang bekerja asal jadi dan bermalas-malasan?

http://2.bp.blogspot.com/-GZZal3aawSk/T7qmqVYjOiI/AAAAAAAAAC4/z3RgHfn9uM8/s1600/Compensation-Benefits.gif

 

Ya, tentunya ada perasaan sakit di bagian terdalam. Mulanya mungkin bisa ditahan, namun lama kelamaan menjadi sewot. Disini pegawai punya beberapa pilihan yakni:

1. Sabar saja, semoga kelak ada perubahan

2. Memberi masukan kepada atasan, bahwasanya sekarang ini sudah jamannya Pay for Performance. Jadi seharusnya ada tambahan incentive dan bonus sesuai dengan kinerja-loyalitas-workload

3. Buru-buru buka JobsDB.com atau sejenisnya untuk mulai mencari-cari pekerjaan baru. Sekedar info: rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, namun perlu di cek lagi kebenarannya

4. Langsung mengundurkan diri karena bagi anda – ini sudah menyangkut harga diri. Sekedar info: mencari pekerjaan di jaman gonjang-ganjing ini tentunya juga tidak mudah.

Apa yang akan anda lakukan ? Komentar anda akan sangat membantu rekan-rekan yang mengalami kejadian yang sama

Mohon kirimkan komentar anda via blog ini atau via email : danielbusinessdoctor@gmail.com

Categories: Uncategorized Tags:
  1. Bob
    June 25th, 2015 at 10:08 | #1

    Buat saya ada 3 hal yang paling penting dalam bekerja:
    1. Lingkungan pekerjaan
    2. Imbalan (gaji, insentif, bonus, dsb.)
    3. Peluang berkembang, baik vertikal (baca: naik pangkat) maupun lateral (misalnya kesempatan belajar hal-hal yang baru, sertifikasi, proyek yang menarik, dsb.)

    Kalau memang tidak ada perbedaan take home pay antara karyawan rajin dan malas, saya akan cari peluang untuk berkembang sementara saya berada di dalam perusahaan, misalnya belajar fungsi yang baru. Kalau memang sudah tidak ada lagi peluang berkembang dan tidak ada tanda-tanda perubahan sikap manajemen ke arah yang lebih baik, saya akan siap-siap pindah ke lain hati.

    Tidak perlu ada rasa sakit hati atau dendam gara-gara gaji. Anggap saja kita sedang menjual sesuatu, lalu ada orang yang menawar. Kalau harganya tidak cocok, ya tidak perlu dipaksakan, masih ada calon pembeli lainnya. Kalau memang benar-benar tidak ada pembeli, kita ada 2 pilihan: menurunkan ekspektasi (pasrah saja menerima gaji kita) atau menaikkan kualitas (dalam hal ini, misalnya menambah skill baru lewat training dsb.)

    You need to love your job, but you don’t have to love your company unless you marry the owner…hahaha….